ANALISA KELAYAKAN INVESTASI PERBAIKAN SARANA PRODUKSI PADA HOME INDUSTRI KERUPUK BAWANG
ABSTRAK
Kerupuk
bawang mempunyai keunikan yaitu adonan setengah matangnya yang kenyal dan sulit
dipotong tipis tipis,hasil potongan bisa bagus hanya dengan menggunakan slicer.
Para pelaku home industry banyak yang mengeluh bahwa keuntungan hasil produksi
mereka tidak dapat maksimal karena kendala proses pemotongan yang masih
tradisional. Oleh karena itu perlu perbaikan sarana produksi pada proses
tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi kerupuk bawang. Berdasarkan
aspek pasar, penggantian sarana produksi pada proses pemotongan dari pisau
konvensional dengan menggunakan mesin potong baru di UD. Kalirejo dinilai layak
karena dari data permintaan yang ada saat ini cenderung mengalami kenaikan yang
signifikan.
PENDAHULUAN
Salah satu home industry yang
saat ini terus berkembang dan persaingannya semakin ketat adalah home industry
kerupuk, khususnya kerupuk bawang. Kerupuk bawang ini mempunyai keunikan yaitu
adonan setengah matangnya yang kenyal dan sulit dipotong tipis-tipis, hasil
potongan bisa bagus hanya dengan menggunakan slicer. Para pelaku home industry
banyak yang mengeluh bahwa keuntungan hasil produksi mereka tidak dapat
maksimal karena kendala proses pemotongan yang masih tradisional (dengan menggunakan
pisau tangan) dan harga slicer yang juga mahal begitu pula dengan pembelian sparepart
slicer yang mahal dan sulit mencari sparepartnya. UD. Kalirejo merupakan salah
satu home industry yang hanya bisa menghasilkan 10 kg kerupuk bawang setiap
harinya. Hal ini disebabkan proses pemotongan yang dilakukan di UD. Kalirejo masih
menggunakan pisau tradisional sehingga memakan waktu lama. Kondisi ini
menyebabkan output yang dihasilkan tidak bisa maksimal, biaya Susanti: Analisa
kelayakan investasi perbaikan sarana produksi 61 yang tinggi dan keuntungan
yang dihasilkan juga tidak dapat maksimal.
METODE
Tahapan penelitian dimulai dari melakukan studi kelayakan dari aspek pasar untuk mencari pasar potensial (PP) dan mencari pangsa pasar UD. Kalirejo. Penentuan pasar potensial bertujuan untuk memperoleh jumlah total kebutuhan pasar sasaran, sedangkan penentuan pangsa pasar UD. Kalirejo bertujuan untuk mengetahui sisa pasar potensial yang dapat menjadi peluang bagi UD. Setelah dilakukan studi kelayakan teknik maka dilanjutkan dengan studi kelayakan dari aspek ekonomi dengan membandingkan MARR dan IRR (Suad dan Suwarsono, 2000). Rate of Return merupakan tingkat perolehan dari suatu kegiatan ekonomi atau usaha yang digunakan untuk mengukur tingkat studi kelayakan suatu usaha. Ada beberapa rate of return yang dikenal, antara lain Internal Rate of Return (IRR), External Rate of Return (ERR) dan Explisit Reinvesment Rate of Return (ERRR). Dalam menganalisa kelayakan investasi proses yang sangat kecil kemungkinannya ada hubungan pihak luar perusahaan (misalnya: bank) dalam masalah pendanaan digunakan metode IRR.
Tahapan penelitian dimulai dari melakukan studi kelayakan dari aspek pasar untuk mencari pasar potensial (PP) dan mencari pangsa pasar UD. Kalirejo. Penentuan pasar potensial bertujuan untuk memperoleh jumlah total kebutuhan pasar sasaran, sedangkan penentuan pangsa pasar UD. Kalirejo bertujuan untuk mengetahui sisa pasar potensial yang dapat menjadi peluang bagi UD. Setelah dilakukan studi kelayakan teknik maka dilanjutkan dengan studi kelayakan dari aspek ekonomi dengan membandingkan MARR dan IRR (Suad dan Suwarsono, 2000). Rate of Return merupakan tingkat perolehan dari suatu kegiatan ekonomi atau usaha yang digunakan untuk mengukur tingkat studi kelayakan suatu usaha. Ada beberapa rate of return yang dikenal, antara lain Internal Rate of Return (IRR), External Rate of Return (ERR) dan Explisit Reinvesment Rate of Return (ERRR). Dalam menganalisa kelayakan investasi proses yang sangat kecil kemungkinannya ada hubungan pihak luar perusahaan (misalnya: bank) dalam masalah pendanaan digunakan metode IRR.
Suatu proyek dapat diterima
atau dilaksanakan bila i% dari metode IRR lebih besar atau sama dengan MARR
(Minimum Attractive Rate of Return). Dan sebaliknya bila interest rate (i%)
dari metode IRR lebih kecil dari MARR maka usulan proyek ditolak karena dinilai
merugikan. MARR yang digunakan sesuai dengan cut of rate yang telah ditentukan,
yaitu dari hasil perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang. Selain itu juga dilakukan
perhitungan discounted payback period dan Net present value (NPV). Metode
discounted payback period adalah perhitungan atau penentuan jangka waktu yang dibutuhkan
untuk menutup initial invesment dari suatu proyek dengan menggunakan net cash
flow yang dihasilkan oleh proyek tersebut (Umar, 2005).
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Kapasitas UD.
Kalirejo dengan MenggunakanPisau Konvensional
Proses produksi kerupuk bawang
di UD. Kalirejo dimulai dari menimbang bahan-bahan, menghaluskan bawang dengan
menggunakan mesin penghalus bawang, kemudian bahan-bahan yang sudah ditimbang
dicampur dengan bawang putih yang dihaluskan dengan menggunakan mesin mixer. Setelah
dicampur adonan dicetak ke dalam Loyang, dimasak, didinginkan, dan kemudian
dipotong dengan menggunakan pisau konvensional. Kerupuk yang sudah dipotong
dirapikan pada jemuran kerupuk untuk di jemur dan kemudian dipacking.
Perhitungan waktu standar untuk
semua prosespembuatan kerupuk mulai dari penimbangan bahan sampai penjemuran kerupuk
di UD. Kalirejo diperoleh dengan melakukan pengamatan secara langsung dengan
menggunakan stopwatch, di mana metode yang dipakai adalah metode snap back
method dan diambil data sebanyak lima kali serta digunakan perhitungan
allowance (Sutalaksana, 1979).
Peningkatan
Kapasitas Produksi Kerupuk Bawang dengan Penggantian Sarana
Produksi
Kapasitas pemotongan yang dimiliki alat pemotong krupuk diperoleh dengan
memperhitungkan putaran motor yang ada. Hal ini disebabkan motor yang dipakai
memiliki putaran yang konstan (jenis motor AC) sebesar 1500 rpm (putaran per
menit). Untuk selanjutnya putaran ini didefinisikan sebagai N0 untuk memudahkan
perhitungan. Dengan perbedaan diameter pulley yang dipakai secara berpasangan,
maka putaran tersebut akan tereduksi menjadi lebih rendah, sesuai dengan
perbandingan diameter pulley.
Kelayakan Aspek
Pasar
Selama ini wilayah pemasaran
kerupuk bawang UD. Kalirejo adalah daerah Jakarta. Sehingga perlu dihitung sisa
pasar potensial yang dapat menjadi peluang bagi UD. Kalirejo. Data pasar
pontensial diperoleh dengan melakukan riset pemasaran melalui kuesioner (Zinkmund,
2003). Peramalan jumlah penduduk Jakarta dilakukan dengan menggunakan metode
regresi linier berdasarkan data jumlah penduduk Jakarta yang bersumber dari
Biro Pusat Statistik (BPS). Untuk memperoleh persamaan regresi dilakukan dengan
bantuan program minitab 13.
Kelayakan Aspek
Keuangan dengan Menggunakan Mesin Potong Baru
Penghitungan NPV ini didasarkan
pada data cashflow dari usulan investasi, dengan tingkat discount factor 17%.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggantian metode pada proses
pemotongan dari pisau konvensional dengan menggunakan mesin potong baru di UD.
Kalirejo tersebut layak untuk dilaksanakan, karena menurut perhitungan metode NPV
ini didapatkan nilai positif sebesar = Rp 514.604.751. Dari analisis NPV proyek
dihitung berdasarkan estimasi net cash inflow selama 5 tahun (umur proyek yang
diproyeksikan) dan diperoleh angka NPV sebesar Rp 514.604.751,- Berarti dengan
tingkat bunga 17% sebagai discount faktor, proyek investasi ini masih mempunyai
nilai lebih sebesar Rp 514.604.751,- atas total cash outflow yang direncanakan.
SIMPULAN
Berdasarkan aspek pasar,
penggantian sarana produksi pada proses pemotongan di UD. Kalirejo dinilai
layak karena dari data permintaan yang ada saat ini cenderung mengalami
kenaikan yang signifikan. Berdasarkan aspek teknik, mesin potong kerupuk yang
baru dinilai layak karena output yang dihasilkan dengan menggunakan mesin
potong yang baru lebih besar dari output menggunakan pisau konvensional. Begitu
juga dari aspek keuangan, mesin potong kerupuk yang baru dinilai layak karena
NPV, IRR, Discounted Payback Period yang dihasilkan dengan menggunakan mesin
potong yang baru lebih besar dari NPV, IRR, Discounted Payback Period
menggunakan pisau konvensional. Investasi dengan mengganti pisau konvensional
dengan mesin potong kerupuk yang baru disimpulkan layak karena menghasilkan ROI
sebesar 1, 44.
Dafttar
pustaka
Bhatacharya,
G.K. and Johnson, R.A., 1977. Statistical Concepts and Methods, John Wiley
& Sons, Inc., Singapore.
Ibrahim,
Y., 1998. Studi Kelayakan Bisnis, PT. Rineke Cipta, Jakarta.
Sutalaksana,
I.Z., 1979. Teknik Tata Cara dan Pengukuran Kerja, Institut Teknologi Sepuluh
November.
Suad,
H. dan Suwarsono M., 2000. Studi Kelayakan Proyek, Edisi Keempat, UPP AMP YKPN,
Yogyakarta.
Umar,
H., 2005. Studi Kelayakan Bisnis, Edisi Ketiga, PT.SUN, Jakarta.
Wignyosoebroto,
S., 1992. Teknik Tata Cara dan Pengukuran kerja, Institut Teknologi Sepuluh November.
Penulis
: Herdiana Dyah Su
Comments
Post a Comment