PENGEMBANGAN INDUSTRI NON-CORPORATE PARTISIPATIF INTEGRATIF PADA INDUSTRI MINYAK ATSIRI KENANGA
Abstrak
Penelitian
ini merupakan action research dengan yang mengangkat persoalan industri minyak
Atsiri berbahan dasar bunga kenanga. Lokasi penelitian di Kabupaten Blitar
adalah salah satu pusat produksi minyak Atsiri di Indonesia berpotensi untuk
terus ditingkatkan produksinya pada skala internasional, oleh karena itu
pemberdayaan masyarakat dengan model partisipatif integratif dengan membentuk
kelompok usaha industri yang bersifat non-corporate menjadi alternatif pilihan
yang dipandang tepat untuk komunitas petani bunga kenanga. Hasil penelitian ini
adalah menyempurnakan proses destilasi minyak Atsiri kenanga, mengolah limbah
industri penyulingan, membuat usaha minyak gosok/aroma teraphy serta
meningkatkan mentalitas pelaku industri melalui pelatihan peningkatan motivasi
bisnis.
PENDAHULUAN
Pengembangan
industri non-corporate partisipatif integratif adalah suatu model penelitian
tindakan dengan sejumlah kegiatan penelitian yang ditujukan bagi industri yang
berbasis masyarakat bukan manufaktur, sedangkan arti dari partisipatif
integrative adalah model pemberdayaan yang melibatkan semua pihak baik bagian dari
masyarakat, pelaku industry dan pemerintah. Minyak Atsiri merupakan salah satu
di antara 32 komoditi prioritas nasional untuk dikembangkan dengan pendekatan
cluster. Selain itu Indonesia merupakan salah satu negara produsen minyak
Atsiri di dunia dan menghasilkan beberapa jenis minyak Atsiri yang mendominasi
pasar dunia.
Penelitian
ini bertujuan untuk melakukan rekayasa sosial dan teknologi untuk mengatasi persoalan
yang dihadapi industri minyak Atsiri di kabupaten Blitar. Rekayasa Sosial
secara konseptual berkaitan dengan konsep development. Development adalah
proses sosial yang direncanakan atau direkayasa di antaranya melalui rekayasa
ekonomi, sebagai bagian dari rekayasa sosial (Jalaludin, 2000). Rekayasa
ekonomi pada program ini diprioritaskan bagi masyarakat pelaku industri minyak
Atsiri (non corporate), yaitu suatu program yang meningkatkan produktivitas dan
perluasan pemasaran produk. Dalam Rekayasa sosial diperlukan adanya pembangunan
mentalitas masyarakat agar terbentuk karakter diri sebagai bangsa yang memiliki
daya saing. Sedangkan rekayasa teknologi
dalam program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi baik dari segi
kuantitas, kualitas maupun kontinyuitas, sehingga terjadi peningkatan
pendapatan atau keuntungan.
METODE PENELITIAN
Menurut
Prijono dan Pranaka (1996) lahirnya konsep pemberdayaan sebagai antitesa
terhadap model pembangunan yang memihak pada rakyat. Konsep ini mememiliki
kerangka logis sebagai berikut: (1) proses pemusatan kekuasaan terbangun dari pemusatan
kekuasaan faktor produksi (2) pemusatan kekuasaan faktor produksi akan melahirkan
masyarakat pekerja dan masyarakat pengusaha pinggiran (3) kekuasaan akan
membangun bangunan atas atau sistem pengetahuan, sistem politik, sistem hukum
dan sistem ideologi yang manipulatif untuk memperkuat legitimasi dan (4) pelaksanaan
sistem pengetahuan, sistem politik, sistem hukum dan sistem ideologi secara
sistematik akan menciptakan dua kelompok masyarakat, yaitu masyarakat berdaya
dan masyarakat tunadaya
Penelitian
ini dilaksanakan efektif dengan tata laksana penelitian untuk penyempurnaan teknologi
sebagai berikut: Pertama, penelusuran berbagai informasi dan kepustakaan. Pada
tahap ini dilakukan penelusuran berbagai informasi dan kepustakaan yang terkait
antara lain dengan teknologi produksi minyak Atsiri (kenanga), aspek sosial,
ekonomi dan budaya masyarakat serta identifikasi geografis wilayah maupun
potensi ketersediaan sumberdaya agro industri minyak Atsiri. Kedua, survei
lapangan, observasi dan pengkajian teknologi proses. Aspek sosial, ekonomi dan
manajerial dalam penelitian ini, dikembangkan melalui kajian terhadap berbagai
aspek dan melalui evaluasi diri dengan pendekatan analisis SWOT/K2PA (kekuatan,
keterbatasan, peluang dan ancaman), sehingga dengan evaluasi diharapkan dapat
membaca peluang (kesempatan), meniadakan kelemahan, memanfaatkan kekuatan dan
mengantisipasi ancaman).
Di
sisi lain, pendekatan/konsep cluster digunakan untuk merujuk pada kelangsungan
usahanya dengan menitik beratkan pada sistim terpadu keterkaitan ke depan
(forward) dan ke belakang (backward linkaged) dengan baik untuk membangun
pelaku bisnis kecil di kawasan atau sentra dengan menciptakan dinamika cluster
melalui instrumen dukungan finansial dan non finansial.
HASIL DAN PEMBAHASANA
Di
kabupaten Blitar telah dilaksanakan berbagai strategi pelembagaan industrialisasi diawali dengan langkah pemberdayaan yang terintegrasi dengan kebijakan industri yang tertuang dalam Renstra Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar. Pendekatan Integratif yang
dilaksanakan dalam program pemberdayaan ini juga menunjukkan usaha berbagai
lembaga untuk membentuk kerja sama antara para pelaku industri Atsiri dengan pemerintah,
dan institusi lain seperti Bappeda,Dewan Atsiri dan Perhutani lewat PHBM (Pengelolaan
Hutan Bersama Masyarakat).
Penyempurnaan
Destilasi Minyak AtsiriSistem Uap
Destilasi
merupakan proses pemisahan komponen yang mudah menguap dari komponen yang tidak
menguap atau proses pemisahan dari suatu campuran yang bersifat mudah menguap.
Destilasi dilakukan dengan berbagai cara yaitu: Simple distilation, fraksional distilation,
flash distilation, dan molekuler distilation. Destilasi yang digunakan pada
penyuling di Blitar adalah water distillation
Pelatihan
Motivation Building
Pelatihan
ini diikuti oleh para petani, pemetik bunga kenanga, pedagang, pengepul dan
penyuling minyak atsiri. Pelatihan ini ditujukan untuk membangun dan memperkuat
motivasi peserta dalam melestarikan industri minyak Atsiri berbasis kenanga.
Pelatihan ini sangat diperlukan karena kepedulian komunitas petani, pemetik,
pedagang dan pengepul bunga kenanga terhadap pelestarian dan budidaya tanaman,
pohon kenanga ditengarai mengalami penurunan.
Pembuatan Pupuk
Organik Hayati Secara Sederhana
Tahapan
pembuatan pupuk organik adalah sebagai berikut: Pertama, menyiapkan tempat pembuatan
di sekitar lahan petani, agar pupuk yang telah difermentasi mudah untuk
diaplikasi pada lahan. Kedua, campuran bahan kotoran ternak dan sisa tanaman diaduk
merata dengan ditambahkan agen hayati. Ketiga, kadar air dipertahankan 40–60%,
sebelum pengomposan bahan dites lebih dulu. Keempat, menutup rapat dengan
plastik/karung/ dedaunan. Terakhir, setelah 5 hari, tutup dibuka dan bahan
diaduk/dibalik merata dan ditutup kembali (dilakukan 3–5 kali sampai bahan
tidak berbau dantidak lengket). Bahan yang jadi, sebelum digunakan diangin-anginkan
terlebih dulu selama 1 hari.
Pembuatan Pupuk
Organik Cair Hayatimenggunakan Mikroba Aktivator
Tahapan
proses pembuatan pupuk organik cair adalah sebagai berikut:
(1)
larutan mikroba activator, gula, air dicampur merata.
(2)
jerami, daun hijau yang telah digiling, dedak, tepung ikan dicampur merata,
(3)
bahan dari hasil tahap ke-2 dimasukkan dalam fermentor, kemudian disiram dengan
larutan dari hasil tahap ke-1 sebanyak 5–10%. Pencampuran dilakukan perlahan-lahan
dan merata,
(4)
fermentor ditutup dan diberi ventilasi untuk mengeluarkan gas amoniak dan
metan. Fermentasi diakhiri, setelah produksi gas metan atau amoniak berhenti,
(5)
proses fermentasinya berlangsung lama sekitar 14–29 hari. Terakhir, cairan atau
lindi dikeluarkan dari fermentor dan ditampung dalam botol digunakansebagai
pupuk cair hayati dan siap diaplikasikan pada tanaman.
Pembuatan Minyak
Gosok dan Formula Minyak Aroma Terapi
Obat
tradisional adalah bahan atau ramuanbahan yang berupa bahan tumbuhan, bahanhewan,
bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, yang
secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Parem atau param adalah usaha peracikan, pencampuran, pengolahan dan pengedaran
obat tradisional dalam bentuk cairan tanpa penandaan dan atau merk dagang serta
dijajakan untuk langsung digunakan.
Industri
non-corporate menuju Pembangunan Karakter Bangsa
Sebelum
dibentuk kelompok usaha kecil, dilakukan pelatihan pembuatan laporan keuangan secara
sederhana dan juga pelatihan pengelolaan SDM. Pelatihan pembuatan laporan
keuangan ini berisi tentang bagaimana pentingnya pemahaman kelompok usaha kecil
untuk menganalisis alur finansial mulai dari perencanaan belanja bahan, biaya
produksi dan keuntungan. Setelah pelatihan tersebut di atas terbentuk 3 (tiga)
kelompok usaha kecil yang tidak berbasis corporate, tetapi berbasis pada
potensi masyarakat dalam hal ini komunitas bunga kenanga baik, petani, pemetik
dan pedagang yang berminat pada pembuatan pupuk atau minyak gosok/aroma therapy
berbahan dasar minyak Atsiri kenanga.
SIMPULAN
Pemberdayaan
masyarakat partisipatif integrative pada industri non-corporate pada komunitas
Atsiri kenanga di kecamatan Srengat Kabupaten Blitar ini adalah suatu model
pemberdayaan yang sangat sesuai bagi pengembangan industri di pedesaan. Beberapa
aktivitas dalam penelitian ini adalah bantuan penyempurnaan teknologi mesin
boiler yang membantu efisiensi dalam proses penyulinganminyak Atsiri baik waktu
penyulingan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar, mengolah limbah industry penyulingan,
membuat usaha minyak gosok/aroma therapy, penguatan pelembagaan ekonomi dengan kelompok
usaha industri non-corporate menjadi alternatif pilihan yang dipandang tepat
untuk komunitas petani bunga kenanga sehingga mampu menciptakan pelaku industri
kecil dan menengah lebih percaya diri dan memiliki karakter bangsa yang berdaya
saing bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
Daftar Pustaka
Djajadiningrat,
Mukti Rahardjo Wibowo, 2007. Audit Teknologi. Pengertian dan pedoman
pelaksanaannya, PAT-BPPT, Jakarta.
Friedman,
J., 1992. Empowerment The Politics of Alternative Development, Blackwell
Publishers:
Cambridge:
USA. Jalaluddin, R., 2000. Rekayasa Sosial: Reformasi, Revolusi atau Manusia
Besar?, Penerbit Remadja Rosdakarya, Bandung.
Salviana,
V., 2009. Pemberdayaan Perempuan Usia Produktif melalui Pengembangan Model Life
Skill (Pendidikan Kecakapan Hidup) Berbasis Potensi Lokal, Laporan Penelitian
Hibah Bersaing, tidak dipublikasikan.
Studi
Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Kabupaten Blitar Tahun 2007.
www.
Blitar Kab.go.id/puteri kencana, diakses 21 Februari 2011.
Penulis
: Vina Salviana DS
Comments
Post a Comment